Rakyat West Papua Harus Bebas!

Prof Jose Maria Sison

Ketua International League of Peoples’ Struggle

26 Maret 2017

 

Kepada sesama pejuang dan kawan-kawan yang terhormat,

International League of Peoples’ Struggle (ILPS) dipenuhi sukacita atas terselenggaranya “Merdeka: A study conference on West Papua self-determination”, di Davao City, Filipina, 26-27 Maret 2016.

Hormat kami kepada penyelenggara dan peserta konferensi ini, terutama pada para delegasi dari West Papua, yang mempertaruhkan hidup dan kebebasan pribadi mereka demi perkara penting pembebasan nasional dan pembebasan sosial negara mereka.

Pada kesempatan ini, kami juga mengenang dan memberi hormat kepada puluhan ribu orang West Papua, terutama para martir yang berjuang untuk penentuan nasib sendiri dan pembebasan negara mereka, yang mati akibat kampanye genosida yang didukung Amerika Serikat (AS).

Konferensi ini merupakan pertemuan yang bersejarah, karena ini adalah upaya besar untuk menempa kesatuan di antara kekuatan anti imperialis untuk mendukung perjuangan rakyat West Papua yang adil dan heroik,  yang berlangsung sejak lama tapi relatif tidak diketahui.

Kolonisasi dan okupasi Indonesia yang didukung AS di West Papua, eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran, serta genosida yang telah berlangsung lama terhadap orang West Papua, layak ditentang dan dikutuk berbagai bangsa di dunia.

Kolonisasi dan okupasi yang berlangsung sejak 1962 itu telah membuka jalan bagi perusahaan tambang raksasa, Freeport McMoran, beroperasi di negeri tersebut; pembantaian, penyiksaan, dan perkosaan terhadap orang West Papua oleh militer Indonesia; serta meningkatnya perpindahan (displacement) orang-orang West Papua akibat transmigrasi yang disponsori pemerintah.

Tindakan rasis yang brutal dari Pemerintah Indonesia dan AS terhadap rakyat West Papua, yang masih tidak diketahui banyak orang di dunia, termasuk di kalangan aktivis anti imperialis, layak diekspos secara luas dan, dengan penuh semangat, dikecam secara keras.

Perjuangan rakyat West Papua yang tak kenal lelah dan penuh keberanian untuk penentuan nasib sendiri dan pembebasan nasional, layak mendapat dukungan luas dan berkelanjutan dari masyarakat dunia. Dihadapkan pada kondisi di West Papua, bersama dengan mereka kami katakan: Pemberontakan adalah hal yang sah!

Pelaksanaan konferensi ini tepat waktu. Karena krisis ekonomi global yang berlarut-larut, yang menyebabkan naiknya Donald Trump ke kursi kepresidenan AS, kekuatan-kekuatan imperialis menjadi lebih agresif dalam menjarah koloni dan neokoloni mereka, serta lebih berani dan brutal dalam melancarkan agresi.

Dalam situasi krisis tersebut, perampokan serta penindasan di West Papua dan negara-negara lain pasti semakin buruk. Memperkuat solidaritas dan dukungan bagi perjuangan untuk menentukan nasib sendiri dan pembebasan rakyat West Papua adalah tugas yang paling mendesak.

ILPS ambil bagian dengan menyelenggarakan konferensi “Solidarity and Fightback: Building Resistance to US-led War, Militarism and Neofascism” pada 5-7 Agustus di Toronto, Kanada, sebagai upaya untuk memperkuat dan meningkatkan perjuangan anti imperialis. Solidaritas bagi perjuangan penentuan nasib sendiri dan pembebasan rakyat West Papua melawan penjarahan dan militerisme, pasti akan masuk dalam agenda konferensi.

Hal lain yang baik dari konferensi ini ialah karena diselenggarakan bertepatan dengan peringatan 100 tahun Revolusi Bolshevik di Rusia. Revolusi Bolshevik di bulan Oktober telah membebaskan Rusia dari kontrol imperialis dan telah menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa di dunia untuk berjuang demi pembebasan nasional dan pembebasan sosial.

Mereka yang merayakan seratus tahun kemenangan Revolusi Bolshevik, harus mengingat perkataan Vladimir Lenin saat berpikir tentang perjuangan untuk menentukan nasib sendiri dan pembebasan rakyat West Papua dan rakyat lainnya di dunia.

Tukang jagal rakyat West Papua, pemerintah dan militer Indonesia yang didukung AS, juga bertanggung jawab atas pembantaian terhadap lebih dari satu hingga tiga juta komunis dan simpatisan komunis pada 1965-1966.

Perjuangan rakyat West Papua merupakan bukti bahwa tanpa keadilan maka tak ada perdamaian yang sejati, bahwa penindasan senantiasa akan mendapat perlawanan, dan bahwa fasisme tak dapat menghentikan perjuangan revolusioner untuk bangkit dan menguat.

Kami berharap tujuan konferensi tersebut tercapai. Kami berharap konferensi itu datang seiring dengan material yang akan membantu menyatukan masyarakat dunia di balik perjuangan untuk penentuan nasib sendiri dan pembebasan rakyat West Papua. Kami berharap konferensi itu dapat menjelaskan berbagai cara, yang dapat digunakan masyarakat dunia, untuk menunjukkan solidaritasnya bagi perjuangan kemerdekaan nasional West Papua.

Orang-orang Papua Barat harus bebas dan merdeka!

Mereka harus merdeka dari penindasan!

Ganyang imperialis dan semua reaksioner!

Hidup perjuangan pembebasan nasional West Papua!

 

Terima kasih.

 

*) Dialihbahasakan oleh NK dari Jose Maria Sison, “The People of West Papua Must Be Free!!”, 7 April 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *